Mimpi Siti Nur Soimah Miliki Mobil Ketika Jadi Guru Honorer Terjawab setelah Diangkat PPPK
Magelang – Mengawali karir sebagai guru honorer bergaji Rp 100 ribu per bulan, Siti Nur Soimah bermimpi ingin memiliki mobil, berwara hitam. Siapa sangka, keinginan yang belasan tahun dipendamnya itu menjadi kenyataan.
Nur – begitu akrab disapa – memenangkan hadiah utama dari Undian Utama dari undian tabungan di Bank Magelang, 25 Agustus lalu. Rasa tidak percaya sempat mampir di benaknya. Ia bahkan kebingungan ketika beberapa rekan guru memeluk dan menyelamati, sambil menunjukkan tangkapan foto suasana pengundian. “Saya sempat tidak percaya ditunjukkan foto itu, ada nama saya. Karena saya sudah ambl wudhu, saya salat Zuhur dulu. Setelah itu saya pergi ke kelas dan mencocokkan nomor rekening tabungan saya. Alhammdulillah, ternyata itu benar-benar saya,” ucapnya dengan suara bergetar.
Nur lega. Hadiah mobil itu secara resmi diserahkan oleh Direktur Utama Perumda BPR Bank Magelang Hery Nurjianto dan Direktur Bank Magelang Taufik Hidayat. Ia diantar oleh kakak dan sang keponakan, Kamis (18/9).
“Kakak saya sudah punya mobil. Yang satu warna putih, yang satu abu-abu. Saya pernah berceloteh, tunggu ya, punya saya warna hitam, masih di diler”, tutur Nur mengenang kembali ucapan-nya itu yang dibalas senyum dan diamini oleh orang-orang sekitarnya.
Kata Nur, mimpi itu boleh-boleh saja. Walaupun saat itu ia menjadi guru honorer yang hanya menerima gaji Rp 100 ribu dan paling tinggi Rp 270 ribu per bulan. Bahkan ia kerap meminta uang kepada orang tua untuk tambahan uang bensin berangkat mengajar.
Setelah beberapa kali pindah tempat mengajar, Nur kini diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejak menjadi tenaga pendidik di SD Negeri Magesari 1, Kota Magelang.
“Setiap gajian, selalu saya sisihkan untuk menabung. Dan tidak menyangka, dari tabungan saya sejak diangkat PPPK pada Maret 2022, saya bisa memenangkan undian tabungan di Bank Magelang. Bahkan, pajak hadiah ditanggung oleh Bank Magelang, kebahagiaan saya berlipat-lipat,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Mobil itu akan menjadi kenangan berharga bagi perjalanannya menjadi seorang guru. Dari honorer menjadi PPPK.
“Mobil ini tidak akan saya jual, akan saya pakai, akan saya rawat. Saya ingin jalan-jalan sama suami, orang tua, dan keponakan-keponakan saya, ” imbuhnya.
Sementara itu, Dirut Perumda BPR Bank Magelang Hery Nurjianto mengapresiasi langkah Nur menyisihkan gaji untuk ditabung. Keputusan itu dinilai tepat.
“PPPK banyak dari kalangan keluarga muda, sehingga menabung menjadi solusi tepat untuk merencanakan masa depan, terlebih ketika anggota keluarga mereka bertambah,” ucap Hery.
Tidak akan ada kerugian menabung di bank. Selain dana yang disimpan akan aman, Bank Magelang juga memberikan bagi hasil. Bahkan pihaknya tidak memotong biaya administrasi apapun.
“Tabungan nasabah tidak akan berkurang sedikitpun, karena tidak ada biaya administrasi. Kami menyadari, nasabah menyisihkan uangnya untuk ditabung dengan upaya sedemikian rupa agar bisa terkumpul. Kita ingin nasabah bisa merasakan uangnya benar-benar terkumpul dari jerih payahnya tanpa harus kita potong, ” jabarnya.(put/aro)

