Bank Magelang Menggarap Potensi PKL

Bank Magelang Menggarap Potensi PKL

PKL
PKL

BPR Bank Magelang sebagai Perusahaan Milik Pemerintah Kota Magelang menyadari bahwa peta persaingan di pasar perbankan mikro saat ini sudah tidak lagi seimbang. Banyak bank umum yang secara sistem dan infrastruktur jauh lebih maju mulai merambah ceruk pasar mikro. Untuk itu Bank Magelang perlu menggali peluang-peluang yang dapat menumbuhkan usahanya, termasuk menggarap para PKL yang ada di Kota Magelang. PKL atau Pedagang Kaki Lima sering diidentikkan dengan kesemrawutan, kekumuhan dan membuat kemacetan jalan. Namun potret PKL yang cenderung negatif tersebut oleh bank Magelang justru menjadi pasar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Potensi PKL sangat besar dan banyak yang belum digarap oleh bank karena umumnya mereka tidak memiliki agunan.

Menurut Direktur Utama Bank Magelang, Hery Nurjianto, Bank Magelang dalam menggarap potensi PKL dengan menghimpun dana mereka secara jemput bola dan memberikan pinjaman tanpa agunan sampai sebesar Rp.5 juta. Angsuran pinjaman setiap bulannya diambil dari tabungan yang terkumpul. PKL yang sudah tumbuh besar dapat mengajukan pinjaman diatas Rp.5 juta dengan memberikan tambahan agunan. Meskipun secara nominal penggarapan PKL ini prosentasenya masih kecil dibanding kredit produktif lainnya, namun kedepan prospeknya cukup menjanjikan.

Sejalan dengan itu Pemerintah kota Magelang menata para PKL khususnya penjual kuliner ditata dalam sentra-sentra kuliner sehingga lingkungan PKL yang tadinya terkesan semrawut, kumuh dan menimbulkan kemacetan di Kota Magelang sudah mulai tertata. Sinergi antara Program Pemerintah Kota Magelang yang menata lingkungan PKL dengan Bank Magelang yang menghimpun dana dan memberi pinjaman, menjadikan para PKL tidak lagi mendapat perlakuan untuk digusur kesana kemari sehingga pendapatannya pun meningkat yang akhirnya kesejahteraan dapat dicapai. Sentra kuliner itu antara lain di alun-alun, di shoping, di stadion Abu Bakrin, di taman Badaan dan lain-lain.

Bank Magelang berharap dengan menggarap potensi PKL, para pedagang kaki lima akan memiliki kebiasaan menabung dan mengelola keuangan dari pendapatan selama berdagang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *